Situasi pernikahan yang dibubarkan pihak Polsek Ngantru Kabupaten Tulungagung (Foto : Dokpol/Tulungagung TIMES)
Situasi pernikahan yang dibubarkan pihak Polsek Ngantru Kabupaten Tulungagung (Foto : Dokpol/Tulungagung TIMES)

Nekat melaksanakan pernikahan ditengah pandemi Covid-19, sejumlah orang termasuk mempelai digelandang ke Polsek Ngantru. 

Meski hanya melaksanakan ijab kabul, pasangan yang diketahui berinisial MNT, (Pr) yang beralamat di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung itu bersama WHT (lk) mempelai pria asal Sendang turut diamankan.

"Kegiatan itu mengundang banyak orang, kedua mempelai kita minta ke Polsek dan acara kita minta dibubarkan," kata Kapolsek Ngantru, AKP Puji Widodo, Selasa (07/04) siang.

Selain itu, pihaknya juga mengamankan pria berinisial SHT, saksi nikah dan NUR sebagai naib atau penghulu.

"Empat orang kita bawa untuk dilakukan pembinaan," jepasnya.

Akad nikah yang diselenggarakan Senin (6/4/2020) Pukul 11.30 WIB, kemarin itu terpaksa dibubarkan karena diketahui mengundang banyak orang.

"Pembubaran kegiatan dengan sangat tegas sesuai dengan UU yang berlaku. Namun dengan cara persuasif. Upaya kepolisian dilaksanakan dalam rangka memberikan Pengayoman dan Perlindungan kepada masyarakat di tengah Penyebaran Virus Covid-19," ungkapnya.

Diterangkan oleh Widodo, pihaknya senantiasa mengacu pada azas keselamatan rakyat, Dalam penanganan pencegahan COVID - 19.

"Bagi warga masyarakat Yang tidak mengindahkan perintah pembubaran massa, akan dikenakan sanksi pidana," tegasnya.

Pidana yang dimaksud sesuai pasal 14 UU No 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular ayat (1) ancaman pidana 1 tahun dan denda 1 juta Rupiah serta berbagai pasal dalam keadaan penyelenggaraan kekarantinaan.

Akhirnya, 4 orang yang dianggap bertanggung jawab atas dilaksanakannya kegiatan diminta membuat surat pernyataan secara tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya.