(Foto:Istimewa)
(Foto:Istimewa)

Penjemputan Suhardi, warga Desa Mojopurno Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun menghebohkan warga sekitar pada Minggu siang (29/3).

Video dan foto proses evakuasi tersebut juga beredar masif di media-media sosial. Sejumlah unggahan bahkan menyebut soal kemungkinan pasien terpapar virus Corona atau penyakit Covid-19.

Viralnya foto dan video evakuasi tersebut, membuat Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro bertindak cepat. Ahmad memberikan pernyataan untuk memutus asumsi di tengah wabah Covid-19 dengan mengunggah video singkat berdurasi 47 detik di akun Instagram resmi @humaskabmadiun.

“Kronologisnya begini, ada laporan tadi jam 9 ada orang dengan gejala klinis demam dan batuk, kita ambil orang itu, tapi ada pihak yang kurang sabar akhirnya terjadi pengumpulan orang di situ,” jelasnya.

Bupati juga menjelaskan bahwa menurut diagnosa dokter, sementara kondisi pasien tidak mengarah pada Corona.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Madiun tetap tenang jaga diri dan kesehatan masing-masing, ikuti instruksi pemerintah,” tegasnya. 

Pemkab Madiun melalui Dinas Kesehatan pun telah menyediakan Call Center khusus Corona. Sehingga, diharapkan masyarakat dengan bijak dan penuh kesadaran untuk segera melapor apabila terdapat gejala klinis agar langsung dapat ditindaklanjuti sesuai petunjuk medis.

“Sudah dites kah? Beneran hanya flu biasa, Alhamdulillah semoga tidak salah diagnosa, tetap dipantau wajar nggih Pak Bupati kalau jadi parno warga sekitar karena keadaan,” tulis salah satu komentar di postingan video tersebut.

Bupati berharap, agar masyarakat tetap menjaga diri dan tidak mudah panik, tidak mudah mempercayai berita yang beredar luas di masyarakat, tetap jaga kesehatan dan segera memeriksakan diri apabila terdapat gejala klinis seperti demam dan batuk.