mpah yang tamSapak hanyut di Sungai Ngrowo Tulungagung / Foto : Firman / Tulungagung TIMES

mpah yang tamSapak hanyut di Sungai Ngrowo Tulungagung / Foto : Firman / Tulungagung TIMES


Editor

A Yahya


 Parah..!! Sungai Ngrowo yang seharusnya menambah keindahan kota Tulungagung, justru menyuguhkan pemandangan yang menjijikkan. Di aliran sungai tersebut, tampak sampah rumah tangga dalam jumlah yang sangat banyak ditemukan mengambang di aliran dan terbawa arus sungai yang menyusut di musim kemarau ini.

Seorang warga yang bernama Mahdi, menyebut sampah yang mengotori sungai itu  mulai terlihat ikut arus kali Ngrowo pada Rabu (18/09) sekitar pukul 09.30 wib.

Jumlah sampah yang ikut arus sungai terlihat sangat banyak sekali, Mahdi menunjukkan sampah yang dimaksud berupa plastik, kemudian bungkus makanan dan minuman ringan dan potongan ranting pohon serta daun daunan. "Banyak sekali pak, tadi pagi sampahnya ya plastik, potongan pohon, bekas minuman mineral itu macam macam" ujarnya.

Menanggapi hal ini, kepala UPT Sampah Dinas Lingkungan Hidup Tulungagung, Purwandi mengatakan setelah menerima laporan adanya sampah yang terbawa arus kali Ngrowo dalam jumlah yang sangat banyak, pihaknya langsung melakukan pendalaman ke lokasi.

Pihaknya melakukan penelusuran dengan mengikuti asal sampah sampah itu dan hasilnya diketahui bahwa sampah terbawa arus sungai karena kecerobohan petugas pembersih limbah dari PG Mojopanggung. "Kita dapat laporam dan langsung kita telusuri asal sampah tersebut, darimana kita cari tau" ungkapnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian, menurut Purwandi, awalnya sampah berupa limbah rumah tangga itu tersangkut dibawah jembatan Panggungrejo sejak sekitar 10 hari yang lalu.

Karena banyak, sampah tidak terbawa air karena terhambat pohon bambu yang melintang di bagian bawah jembatan, kemudian Rabu ini petugas dari PG Mojopanggung melakukan tugasnya dengan membersihkan limbah yang ikut-ikutan terhambat karena sampah tidak bisa mengalir.

"Sampahnya ya memang dari limbah rumah tangga kemudian nyangkut dibawah jembatan, sudah ada kalau 10 hari karena ada bambu itu lo" terangnya.

Namun cara para petugas yang membersihkan sampah ini tidak dilakukan dengan benar, sebab mereka memilih untuk menghilangkan pohon bambu yang menghambat dan membiarkan sampah sampah tersebut mengalir ke sungai.

Purwandi mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan petugas PG Mojopanggung, sebab seharusnya mereka bisa berkoordinasi dengan pihaknya untuk mengangkut sampah guna dibawa ke lokasi pembuangan akhir (TPA) Segawe. "Harusnya caranya kan ndak begitu, kan bisa laporan ke kita terus sampahnya di pinggirkan kemudian kita yang ngangkut ke tempat pembuangan" keluhnya.

Atas kejadian ini, menurut Purwandi pihaknya telah menyampaikan hal ini kepada pimpinan untuk diteruskan kepada PG Mojopanggung agar ikut bertanggung jawab.


End of content

No more pages to load