Drs, H. Nimanto (Ketua KTNA Kabupaten Bondowoso) Bersama anggota Babinsa Desa Koncer setelah sambutan Hari Krida Pertanian.

Drs, H. Nimanto (Ketua KTNA Kabupaten Bondowoso) Bersama anggota Babinsa Desa Koncer setelah sambutan Hari Krida Pertanian.



Hari Krida Pertanian merupakan hari besar dalam dunia pertanian yang rutin diadakan setahun sekali di Indonesia yakni tanggal 21 juni. Kendati sudah lewat, namun tak menyurutkan semangat Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bondowoso untuk memperingati hari besar tersebut dengan melibatkan 160 orang dari berbagai elemen baik Masyarakat, Pemuda Tani/ petani milenial, MUSPIKA Wilayah BP Tangsil maupun lembaga dan organisasi Dinas Pertanian Bondowoso.

Serangkaian agenda yang dirangkum dalam sehari kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis 11 juli 2019 di Balai Penyuluhan Pertanian Tangsil. Seperti Sambang Display, Diskusi Panel, Bimtek dan Rembuk Tani guna menambah pengalaman peserta.  

Diawali dengan upacara bendera, Drs. H. Nimanto selaku Ketua KTNA Bondowoso yang bertindak sebagai Inspektur Upacara mengawali sambutannya dengan menguggah semangat para petani milenial untuk tetap semangat dalam mengembangkan dan memajukan dunia pertanian.  

Menurutnya pemuda ini adalah penggerak roda kehidupan bernegara. Dengan melibatkan para petani milenial ini dimaksudkan agar bisa berbagi ilmu dan pengalaman antara petani senior terhadap petani muda, serta memahami sejarah pertanian sejak era petani tradisional hingga menjadi petani yang menggunakan tekhnologi seperti saat ini. Menurutnya pertanian adalah ruh dari roda kehidupan bernegara.

"Yang tua- tua ini sudah tidak sekuat dulu, sekarang kalian yang akan melanjutkan. Kalian ini adalah penggerak roda kehidupan bernegara. Coba ketika yang tua- tua sudah tidak ada, dan kalian semua berhenti bertani. Mau makan apa kita semua dan negara ini mau jadi apa?“ semangatnya.
Politisi senior partai golkar ini juga menambahkan, “meskipun acara ini sudah lewat dari tanggal 21 juni, tak apa... Kemarin kami masih pengumpulkan dana untuk mengadakan acara  ini, kami bermodal semangat bersama  para penyuluh sehingga ada solusi  untuk swadaya namun pada intinya kita jangan sampai melupakan bahwa hari ini merupakan hari besar dalam dunia pertanian,".

Hal itu juga sebagai bentuk rasa sukur terhadap sang Maha Kuasa. Kedepan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pertania, tegasnya, jangan sampai melupakan Hari Krida Pertanian. Ini adalah momentum yang cukup baik untuk membangkitkan semangat para petani. 

"Bahkan silahkan dianggarkan sesuai dengan budged yang diperlukan agar pelaksanaannya tidak seperti kami lagi yaitu swadaya," imbuhnya.


End of content

No more pages to load