Kacabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung, Solikin (foto : Joko Pramono/ JatimTIMES)

Kacabdin Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung, Solikin (foto : Joko Pramono/ JatimTIMES)



Seperti jatuh tertimpa tangga, itulah gambaran untuk nasib Rosa (16), pelajar yang diduga membunuh bayinya di kloset Puskesmas Kauman.
Betapa tidak, setelah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus kekerasan pada anak yang mengakibatkan kematian, nasib pendidikan Rosa juga belum jelas.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Tulungagung, Solikin meminta agar Rosa pindah ke sekolah lain.
Hal itu dilakukan agar Rosa tidak minder atau merasa dikucilkan setelah kasus yang menjeratnya terkuak.
Tak hanya Rosa, ayah biologis bayi Rosa juga mendapatkan perlakuan serupa. 
"Anaknya sudah saya suruh pindah ke sekolah lain, dua-duanya," ujar Solikin, Jum'at (18/1/19).
Namun proses ini masih belum dilakukan lantaran Rosa masih sulit ditemui.  
"Mungkin masih ngurusi proses hukum," kata Solikin.
Pihaknya tidak mencarikan sekolah baru bagi Rosa. Rosa diminta mencari sekolah sendiri, lalu dilaporkan ke sekolah dan pihaknya hanya mengetahui saja. 
"Tergantung yang bersangkutan, kalau negeri enggak mungkin mau menerima," katanya lebih lanjut.
Seperti diberitakan sebelumnya, Rosa diduga telah membunuh bayinya dengan cara dicekik sesaat setelah melahirkan di toilet Puskesmas Kauman pada Kamis (10/1/19) lalu. 
Bayi berbobot 2,8 kg dan panjang 49 cm itu ditemukan di dalam kloset, dengan bagian bawah tubuhnya berada dalam kloset.
Atas perbuatannya itu,  Rosa diancam dengan UU perlindungan anak asal 80 ayat 3 dan 4, dengan ancaman 20 tahun penjara.


End of content

No more pages to load