Riset Sederhana Mahasiswa Thailand (2)

Di Indonesia sebagai Filosofi, di Thailand Tato Digunakan untuk Melindungi Tubuh dari Ancaman Santet

Sak Yant Tattoo. (Foto: Pinterest)
Sak Yant Tattoo. (Foto: Pinterest)

BONDOWOSOTIMES, MALANG – Kebanyakan orang menjadikan tato sebagai media untuk mengekspresikan diri. 

Di Indonesia, orang bertato sebagai filosofi, sebagai penanda atau pengingat sebuah momen, ataupun sekadar ingin mencoba.

Hal ini diungkap oleh Jittamas Khongtaen, mahasiswa jurusan Asean Studies di Walailak University, Thailand yang mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Universitas Negeri Malang (UM) dalam penelitian sederhananya.

Wanita yang akrab dengan sapaan Cemara ini melakukan wawancara terhadap sejumlah orang bertato.

"Mereka suka bertato karena mereka suka filosofi, ingin mencoba sejak kecil, hingga sebagai penanda atau pengingat sebuah momen. Seperti menato tubuhnya dengan gambar hewan peliharaan kesukaannya," jelasnya.

Selain itu, Cemara juga melakukan kunjungan ke beberapa toko tato. 

Salah satunya ke Toko tato “Tatotelulastudio” yang sudah buka selama 14 tahun sejak 2005.  

Pelanggan toko tato tersebut 70 persen laki-laki dan 30 persen perempuan. 

Dikatakannya bahwa pelanggan di sana paling suka  ditato di lengan.

"Dikatakan oleh pemilik toko, jenis tato yang paling bagus adalah jenis Realist dan Portrait. Anggota tubuh yang sulit ditato adalah di telinga, bibir, ujung jari, leher, dan lidah. Sedangkan jenis tato yang paling sulit dibuat adalah Mandala dan Geometric atau bentuk gambar yang simetris," bebernya.

Sementara itu, di toko “Tatotelulastudio” teknik membuat tato ada 2 jenis, yaitu memakai mesin dan handpoke. 

Teknik handpoke memakai tangan untuk memasukan jarum ke dalam kulit. 

Di sini, pelanggan 70 persen perempuan dan 30 persen laki-laki.

Pelanggan di sana paling suka ditato di tangan dan kaki. Jenis tato yang paling bagus adalah jenis bunga dan gunung. 

Anggota tubuh yang sulit ditato adalah di bawah dada karena di  situ sangat sakit dan harus dibuat dengan orang yang profesional.

"Jenis tato yang paling sulit menurut pemilik adalah tulisan karena membuat tato dengan teknik handpoke lebih sulit daripada  
memakai mesin," ujarnya.

Jenis tato memang sangat banyak. Namun, jenis tato sebenarnya juga ada yang mengandung unsur magis.

"Seperti di Thailand ada jenis tato yang populer namanya “Sak Yant” atau tato santet, contohnya “Yant Ha Teuw” yang artinya adalah keberuntungan, cinta, dan feng shui di tempat tinggalnya," ungkap Cemara.

Perlu diketahui, tato-tato Sak Yant diyakini dapat melindungi pemiliknya dari berbagai ancaman, baik fisik maupun ancaman mistis semacam santet. 

Tato tersebut juga dipercaya bisa mendatangkan nasib baik.

Banyak petani di Negeri Gajah Putih meminta rajah sak yant, karena mereka percaya bisa kebal penusukan, peluru, serangan binatang liar, dan macam-macam bahaya lainnya.

Desain Sak Yant cukup beragam. Mulai dari pola geometris, fauna, atau barisan tulisan. 

Tiap desain memiliki kekuatan dan bentuk perlindungan yang berbeda. 

Sak Yant dipercaya telah ada sejak abad ke-9. Dulu pada masa Kerajaan Khmer, Sak Yant diberikan pada prajurit-prajurit perang agar terlindung dari mara bahaya. 

Bahkan, kulit pemilik tato Sak Yant dipercaya kebal terhadap anak panah dan pisau.

Pewarta : Imarotul Izzah
Editor : Heryanto
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bondowosotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bondowosotimes.com | marketing[at]bondowosotimes.com
Top