Gemar Nonton Video Porno, Pelajar SD dan SMP di Malang Nekat Setubuhi Teman Perempuannya

Pelaku asusila dibawah umur, saat dimintai keterangan penyidik UPPA Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)
Pelaku asusila dibawah umur, saat dimintai keterangan penyidik UPPA Polres Malang, Kabupaten Malang (Foto : Istimewa)

BONDOWOSOTIMES, MALANG – Terpengaruh adegan “dewasa” dalam video porno, membuat tiga bocah asal Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini, penasaran dan nekat mempraktikan adegan “syur” dalam video yang mereka tonton. Mirisnya lagi, yang dijadikan sasaran merupakan remaja yang usianya juga masih belasan tahun. 

Sebut saja namanya Jelita (Samaran). Remaja yang kini berusia 14 tahun itu, disetubuhi oleh ketiga pelaku secara bergiliran. Insiden memilukan ini terjadi pada awal bulan Mei 2019 lalu.

Berdasarkan pendalaman MalangTIMES.com, sebelum dijadikan sasaran pelampiasan adegan blue film (istilah video porno), korban diketahui dalam kondisi tidak terlalu sadarkan diri. Sebab, sesaat sebelum dijadikan objek persetubuhan, Jelita terlebih dulu dicekoki minuman keras (miras).

Ketiga pelaku yang masih bocah ini, dua di antaranya masih tercatat sebagai pelajar SMP (Sekolah Menegah Pertama). Mereka adalah B, 15, L, 14, (inisial). Sedangkan seorang pelaku lainnya, merupakan pelajar SD (Sekolah Dasar). Yakni berinisial M (11).

Akibat perbuatannya, ketiga bocah ingusan tersebut harus berurusan dengan pihak kepolisian. "Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Selama proses pemeriksaan berlangsung, ketiganya terbilang kooperatif saat diinterogasi oleh penyidik,” kata Kanit UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana, Selasa (14/5/2019).

Diperoleh keterangan, sesaat sebelum disetubuhi secara bergiliran. Jelita sempat diajak oleh ketiga pelaku, untuk jalan-jalan di kawasan Bandara Abd Rachman Saleh, di Kecamatan Pakis. Setibanya di kawasan tersebut, mereka sempat mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Usai berjalan-jalan, seorang dari ketiga pelaku, diam-diam membeli miras. Setelah itu, rombongan anak remaja ini, memutuskan untuk mampir ke rumah pelaku B. Seolah sudah direncanakan sedemikian rupa, situasi rumah bocah belasan tahun itu, sebelumnya sudah dipastikan dalam keadaan sepi.

Hingga akhirnya, rombongan anak ingusan tersebut menggelar pesta miras. Meski sempat menolak untuk menenggak minuman setan tersebut. Jelita akhirnya hanya bisa pasrah saat dipaksa oleh ketiga temannya. Tidak lama kemudian, korban akhirnya tak sadarkan diri karena pengaruh minuman beralkohol, yang disediakan ketiga pelaku.

Mengetahui perempuan mungil itu dalam keadaan mabuk. Jelita akhirnya dibopong ke kamar pelaku B. Korban yang tak sadarkan diri, hanya bisa pasrah dan tak kuasa menolak ajakan temannya. Bahkan saat disetubuhi oleh pelaku B, dia hanya diam saja.

Tidak lama setelahnya, pelaku L dan M gantian masuk ke dalam kamar, dan mempraktikkan adegan persetubuhan di video porno yang mereka tonton. “Dari penyelidikan sementara, korban memang disetubuhi secara bergantian oleh ketiga pelaku,” sambung Yulistiana kepada MalangTIMES.com.

Kasus ini terbongkar setelah ketiga pelaku puas melampiaskan hasratnya, dan memilih untuk mengantar pulang Jelita ke rumahnya. Merasa curiga karena mulut korban berbau alkohol, serta perawakan yang sudah tak beraturan, orang tua Jelita akhirnya mencerca berbagai pertanyaan terhadap putrinya tersebut.

Dengan ketakutan, korban akhirnya mengaku dan menceritakan kejadian miris yang dilakukan oleh ketiga pelaku. Merasa tidak terima, pihak keluarga akhirnya melaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan, personel UPPA Satreskrim Polres Malang, langsung bergegas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan ketiga pelaku. "Tersangka M yang masih berusia di bawah 11 tahun, kami lakukan diskresi lantaran tidak bisa diberlakukan penahanan. Sementara, yang bersangkutan masih dilakukan pembinaan secara intensif. Sedangkan terhadap pelaku B dan L, saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan," ujar Yulistiana.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bondowosotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bondowosotimes.com | marketing[at]bondowosotimes.com
Top