Duh . . Awal Tahun 2019, Sebanyak 670 Suami Tega Ceraikan Sang Istri

Ilustrasi (Istimewa)
Ilustrasi (Istimewa)

BONDOWOSOTIMES, MALANG – Jika selama ini di kalangan pemuda, berstatus jomblo menjadi bahan candaan yang sering dilontarkan kepada temannya, lantaran dianggap tidak memiliki pasangan. Namun, fenomena berbeda justru terjadi di Kabupaten Malang. 

Bagaimana tidak, ratusan suami justru mengurus berkas ke Pengadilan Agama (PA) guna menceraikan istrinya. “Awal tahun 2019, terdapat 670 laporan perkara cerai talak yang diajukan suami kepada pihak istri,” kata Panitera Muda hukum PA Kabupaten Malang, Widodo Suparjiyanto.

Di tahun ini, bulan januari seolah menjadi moment bagi para suami yang ada di Kabupaten Malang, guna “mengkudeta” status istri sahnya menjadi janda. Sebab pada bulan januari, total ada 319 berkas laporan cerai talak yang diterima Pengadilan Agama. 

Sedangkan di dua bulan pada triwulan pertama, jumlahnya terbilang relatif sama. Yakni sebanyak 176 berkas di bulan februari, dan 175 laporan cerai talak di bulan maret. “Perselisihan dengan istri yang terjadi secara terus-menerus, menjadi penyebab utama suami nekat menceraikan istrinya,” sambung Widodo.

Kepada MalangTIMES.com, Widodo mengaku belum semua berkas yang dilayangkan suami, berakhir dengan putusan. Sebab beberapa faktor, masih menjadi pertimbangan bagi Pengadilan Agama, agar pasangan suami istri (pasutri) yang hendak bercerai bisa kembali rujuk. “Dari 670 berkas, hanya 519 laporan saja yang sudah berakhir dengan putusan,” terang Widodo. 

Jika melihat catatan tahun 2018 lalu. Kasus cerai talak juga terbilang marak. Total terdapat 2.123 laporan cerai yang dilayangkan suami kepada sang istri. Rinciannya, kantor yang beralamat di Jalan Mojosari, Kecamatan Kepanjen ini, menerima sebanyak 233 berkas di bulan januari 2018. 

Selanjutnya, sebanyak 184 dibulan februari dan maret. April sebanyak 191 berkas. Mei 161 laporan. Juni 74 aduan. Juli 262, Agustus 196, September 182, Oktober 217, november 164, dan terakhir sebanyak 75 laporan dilayangkan ke PA Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 lalu. “Saat itu hanya 2.158 dari 2.123 berkas laporan cerai talak yang berakhir dengan putusan. Sedangkan sisanya, sebagian ada yang sudah rujuk dan memilih kembali membina rumah tangga bersama,“ ujar Widodo.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bondowosotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bondowosotimes.com | marketing[at]bondowosotimes.com
Top