Dua Wisatawan Coban Glotak Tewas Tertimpa Pohon Tumbang

Petugas gabungan saat mengevakuasi jasad Sudarwanto dan Eko Saputro, korban yang meninggal saat berkunjung ke wisata coban glotak, Kecamatan Wagir (Foto : istimewa)
Petugas gabungan saat mengevakuasi jasad Sudarwanto dan Eko Saputro, korban yang meninggal saat berkunjung ke wisata coban glotak, Kecamatan Wagir (Foto : istimewa)

BONDOWOSOTIMES, BATU – Nahas dialami dua wisatawan yang berkunjung ke Coban Glotak, Kamis (11/10/2019) siang. Alih-alih melepas penat, dengan berkunjung ke objek wisata yang berlokasi di Desa Bedalisodo, Kecamatan Wagir. Dua orang pengunjung yang diketahui bernama Sudarwanto (30) dan Eko Saputro (35) ini, justru pulang tinggal nama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, kedua korban tersebut merupakan warga Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Mereka dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, setelah tertimpa pohon tumbang.

"Kedua korban saat ini sudah dievakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang. Akibat luka parah di bagian kepala usai tertimpa pohon, membuat keduanya seketika meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Diperoleh keterangan, Kamis (11/4/2019) siang, tepatnya sekitar pukul 12.45 waktu setempat, kedua korban diketahui tiba di lokasi Coban Glotak. Sesampainya di sana, korban sempat berpapasan dengan Refangga (pengunjung lain). “Saya sempat berpapasan dengan mereka (kedua korban), ketika hendak menuju ke lokasi air terjun,” terang Refangga saat dimintai kesaksian oleh petugas.

Setibanya di lokasi air terjun, tiba-tiba saja pohon yang diduga dalam kondisi rapuh tersebut roboh. Saksi yang mengetahui peristiwa tersebut, berupaya memanggil kedua korban namun tidak ada jawaban.

Merasa ada yang tidak wajar, kejadian ini langsung dilaporkan ke petugas Coban Glotak. Mendapat laporan, petugas langsung memastikan ke lokasi pohon tumbang. Setibanya disana, petugas penjaga wisata mengetahui jika kedua korban dalam kondisi tertimpa pohon yang memiliki diameter sekitar 80 sentimeter tersebut.

Setelah memastikan jika keduanya meninggal dunia, peristiwa ini seketika dilaporkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, tim gabungan dari Polsek Wagir, PMI, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, perangkat desa setempat, beserta para relawan diterjunkan ke lokasi kejadian.

Dengan dibantu warga, petugas gabungan berupaya mengevakuasi kedua korban yang tewas usai tertimpa pohon tumbang tersebut. Lokasi yang terjal serta cuaca hujan, sempat membuat petugas kesusahan saat melakukan proses evakuasi. “Jenazah kedua korban baru bisa dievakuasi ke RSSA Malang menggunakan ambulans beberapa jam usai peristiwa terjadi,” sambung Utomo kepada MalangTIMES.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wagir, Aiptu Gatot mengaku masih melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Selain itu, pihaknya juga masih menghimpun keterangan dari beberapa saksi mata. “Kejadian ini masih dalam proses penyidikan, diduga kuat pohon tumbang karena tekstur tanah yang terkikis hujan. Sebab saat kejadian tidak ada angin kencang, hanya saja memang sempat diguyur hujan,” pungkasnya.

Pewarta : Ashaq Lupito
Editor : A Yahya
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Batu TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bondowosotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bondowosotimes.com | marketing[at]bondowosotimes.com
Top