Banjir Landa Sejumlah Wilayah Jatim, Ini Kata Gubernur Khofifah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (luqmanul hakim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (luqmanul hakim)

BONDOWOSOTIMES, MALANG – Sejumlah kabupaten di Jawa Timur mulai dilanda banjir. Pemicunya, hujan deras yang turun berhari-hari membuat sungai yang melintasi wilayah-wilayah itu meluap.

Bahkan, dua wilayah, yakni Kabupaten Madiun dan Ponorogo, dilaporkan mengalami banjir parah. Di Madiun, malah banjir sampai melanda ruas jalan tol. 

Sejumlah video amatir dari netizen pun bermunculan. Mereka merekam suasana banjir di jalan tol Madiun-Surabaya. Video tersebut sudah tersebar di jejaring media sosial seperti Whatsapp dan Youtube. 

Menanggapi bencana banjir yang sudah melanda Kabupaten Madiun sejak Selasa (5/3/2019),  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa penyebabnya adalah luapan anak Bengawan Madiun.

Khofifah memgakui bahwa bencana tertinggi di Jaea Timur adalah banjir. Dia menyebut beberapa sungai di Jawa Timur yang terdeteksi menjadi penyebab banjir ketika sungai tersebut meluap.

"Di Jawa Timur, bencana alam tertinggi adalah banjir akibat luapan sungai-sungai besar yang teridentifikasi, seperti Bengawan Solo, Sungai Brantas, Sungai Kemuning. Ada juga di Pasuruan. Sebagian besarnya merupakan sungai nasional," ungkap Khofifah saat ditemu MalangTIMES, Rabu (6/3/2019).

Melihat kejadian banjir yang menimpa Kabupaten Madiun tersebut, gubernur sudah berkoordinasi dengan provider seluler sebagai langkah antisipasi. "Saya sudah koodinasi dengan provider agar bisa memberikan peringatan digital yang masuk ke masing-masing handphone masyarakat di sekitar titik bencana. Misalnya ketinggian sungai di titik itu berapa sehingga warga bisa siap-siap evakuasi atau antisipasi," ungkapnya.

Khofifah hari juga turun ke lokasi banjir di Madiun. Dia menyusuri kawasan terdampak banjir dengan perahu karet. Tidak lupa, sejumlah bantuan diserahkan ke korban banjir di Madiun.

Selain itu, Khofifah mengatakan memang butuh adanya langkah antisipasi agar banjir  tidak berkelanjutan nantinya. Misalnya dengan cara pembuatan sudetan sungai yang akan memecah aliran sungai ke arah lain agar debit air tidak menumpuk yang menyebabkan sungai meluap.

Sementara itu, untuk Sungai Kemuning di Kabupaten Sampang, Khofifah menuturkan bahwa saat ini sudah dalam penyicilan antisipasi berupa pengerukan dan  penyiapan lempeng dasar sungai. Langkah itu diharapkan bisa mengurangi kemungkinan banjir di tengah Kota Sampang.

Pewarta : Luqmanul Hakim
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Sandi Alam
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bondowosotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bondowosotimes.com | marketing[at]bondowosotimes.com
Top