Agrowisata Petik Apel Madusari, Angkat Branding Apel Tumpang

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tumpang, Hadi Winarto menunjukkan apel andalan Dusun Tosari, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang di Agrowisata Petik Apel Madusari. (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tumpang, Hadi Winarto menunjukkan apel andalan Dusun Tosari, Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang di Agrowisata Petik Apel Madusari. (foto : Imam Syafii/ MalangTIMES)

BONDOWOSOTIMES, MALANG –  Kabupaten Malang memiliki lokasi yang strategis di dataran tinggi, selain memiliki panorama alam yang begitu indah juga memiliki beragam potenai wisata alam dan agrowisata. Salah satunya di wilayah Dusun Tosari, Desa Duwet Krajan merupakan daerah penghasil buah apel terbesar di Kecamatan Tumpang.

Di wilayah yang memiliki ketinggian antara 800 sampai 1050 meter dari pemukaan laut (Mdpl) ini, masyarakat Dusun Tosari membangun Agrowisata Petik Apel Madusari yang bertujuan untuk mengangkat branding apel terbaik di Kabupaten Malang tersebut. 

Wisata yang baru berdiri akhir 2014 yang diresmikan Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna ini memiliki lahan seluas 125 hektare ditanami jenis apel manalagi, anna dan rome beauty.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Tumpang, Hadi Winarto mengatakan wisata Petik Apel Madusari ini suasananya sangat sejuk.dan dikelilingi pemandangan alam yang indah. Sehingga wisatawan akan betah berlama-lama makan apel di sini.

"Harga tiket masuk Rp hanya 20 ribu saja, pengunjung bisa menikmati tiga jenis apel sepuasnya. Kalau ingin membawa pulang cukup membayar Rp 6 ribu perkilonya," kata Jadi saat ditemui MalangTIMES di acara Bina Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang, Rabu (7/2/2018) sore.

Menurut Hadi wisata Petik Apel Madusari ini dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mulyo I, II dan III yang beranggotakan 586 petani asli Desa Duwet Krajan. Keunggulan wisata ini yaitu lokasinya yang berada di jalur wisata Gunung Bromo dan coban di daerah Tumpang.

"Jadi wisatawan banyak yang mampir kesini usai berwisata di Gunung Bromo atau ke wisata air terjun di sini," jelasnya.

Dari berbagai wisatawan yang datang ke wisata tersebut, kata Hadi pengunjung dominan lebih memilih jenis apel anna karena warnanya menarik, rasanya manis dan segar.

Kemudian, setiap setahun sekali warga sekitar panen apel mampu menghasilkan 17 sampai 40 ton per hektare.

"Panen tergantung cuaca mas, dan faktor abu dari Bromo, kalau bagus biasanya panen bisa mencapai 40 ton per hektare," terangnya.

Disamping itu, dalam acara Bina Desa Duwet Krajan, Kecamatan Tumpang yang digelar Pemerintah Kabupaten Malang yang digelar mulai (7-8/2/2018). Dan rencananya besok (Kamis, Red) Bupati Malang Rendra Kresna akan melakukan panen petik apel di Agrowisata Petik Apel Madusari yang diselenggarakan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang.

Pewarta : Imam Syafii
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
-->
Redaksi: redaksi[at]bondowosotimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]bondowosotimes.com | marketing[at]bondowosotimes.com
Top